Menu Close

Taufik Hidayat, Anak Pemulung Peraih Cumlaude

Engkau takkan keberatan berkeringat mengerjakan sesuatu ketika teman-temanmu bersantai / hura-hura. Tak sedang memperhatikan perkuliahan tutor, tapi kamu saja harus memperhatikan kepribadian dosenmu. Berbeda dibanding guru, takut-takut tutor memiliki sistem tilikan yang lebih subyektif. Ada dosen nun mengolah nilai tepat sesuai dengan wasiat belajar, ada menyampaikan nilai sesuai beserta kadar keaktifanmu pada kelas, bahkan terdapat yang ngasih perhitungan suka-sukanya sendiri – alias nggak terdapat yang paham penyisihan penilaiannya gimana. Kalau kamu bertemu beserta tipe dosen nun sulit ditebak sangat, doa aja nun kenceng biar takdir keberuntunganmu tak meninggalkanmu.

JAKARTA – Universitas Luar menggelar wisuda waktu I Tahun Akademik 2016/2017 di Jakarta Convention Center, Minggu (16/4). Pada waktu ini, Universitas Luar melantik 912 wisudawan dari berbagai panjang pendidikan yaitu panjang diploma, sarjana, magister dan doktoral. Istimewanya, pada wisuda kesempatan ini terdapat ratusan wisudawan yang mampu menyembunyikan kuliah lebih lekas dari waktu hitung panjang dengan nilai Senarai Prestasi Kumulatif dengan membanggakan. Selain tersebut, terdapat dua praja asing asal Tiongkok yang turut diwisuda. Wisudawan tersebut bermula dari program uraian Manajemen, Fakultas Perekonomian.

Mahasiswa cumlaude

Sesuatu ini berbeda secara ilmu sosial dengan hubungan variabelnya seringkali sangat kompleks & tidak tunggal, jadi kebenarannya hampir tak pernah tunggal & mutlak. Oleh sebab itu, penilaian pada ilmu sosial amat relatif, bergantung di kejujuran dosennya. Apakah dalam menilai praja dosen mendasarkan menurut ketercapaian indikator dengan telah ditentukan ataupun menurut “selera”. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang datang memberi sambutan, mengeluarkan bahwa aparatur penerbitan PKN STAN kudu memiliki wawasan lokal yang berbhineka. Misalnya, beberapa dosen kiranya akan mementingkan presensi penuh di famili tanpa absen, penyatuan tugas, dan ulangan. Dengan begitu, sistem akhir UTS ataupun UAS teman-teman tak memiliki pengaruh total dalam penentuan penghargaan.

Jadi, nilai UTS dan UAS bagis, nilai IPK-nya belum tentu bagus. Menggelar kehormatan latin Egregia Cum Laude, berisi “dengan pujian/kehormatan pendatang biasa”. Gelar itu kadang-kadang dipakai buat mengakui mahasiswa dengan mendapat nilai ranggi seperti Summa, akan tetapi sedang melakoni kurikulum gelar lebih tertib. Selain itu jadi Asisten Dosen/Asisten Praktikum juga sangat mujur.

Terbaik kedua, Nopryani Linda Sari, Prodi SDAL, Konsentrasi Kebijakan dan Manajemen Lingkungan, FAPERTA, dengan IPK juga 4. 00. Untuk program Doktor peraih cum laude satu orang yaitu atas nama Budiman Sakti, konsentrasi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dia adalah putra Bapak M. Sa’ad dan Ibu Mariah, serta istri dari Parlena Sari, dengan IPK 3, 83. B. Menjadi juara 1 / 2 / 3 kompetensi di kebidangan Program Studi tingkat nasional atau internasional.

Lulusan dengan gelar Magna Cumlaude biasanya memiliki nilai terbaik kedua. Magna Cumlaude umumnya diberikan kepada lulusan yang masuk 10%-15% teratas untuk satu angkatan. Gelar cumlaude berarti lulus dengan kehormatan, wisuda dengan kehormatan, dan lulusannya memiliki IPK tinggi. Istilah ini digunakan oleh hampir sebagian besar perguruan tinggi di tanah air.